Kahlil gibran tidak usah diragukan ketenarannya sebagai penyair,
sastrawan dan pemikir sosial. Bahkan Kahlil Gibran dijadikan simbol
cinta dan layak disejajarkan dengan figur seperti William Shakespeare,
Leo Tolstoy ataupun Rabindranath Tagore.
Dimana ia mampu membuat bahasa
beserta nilai-nilai magisnya, sanggup menyulap kehidupan keseharian yang
sederhana, menjadi sedemikian menggetarkan, tidak biasa, melainkan juga
seolah mengukuhkan pandangan jamak bahwa tidak ada yang tidak mungkin
di tangan bahasa, lantaran bahasa bukanlah yang diajarkan manusia,
melainkan justru manusialah yang belajar darinya.
